18 Januari 2011

Paul Gurita Dibuatkan Monumen

Paul Gurita
Masih ingat dengan Paul si Gurita peramal? Ya, si Paul yang mencuri perhatian pada Piala Dunia 2010 tahun lalu. Paul yang jago meramal skor bola memang sudah mati tiga bulan lalu, tapi namanya sampai sekarang masih diingat orang. Agar orang terus mengenang Paul, Sea Life Centre di Oberhausen, Jerman, rumah terakhir Paul, akan mengabadikan nama Paul si Gurita peramal.

Mereka akan membuat pojok kenangan buat Paul. Di sana akan dipamerkan abu tubuh Paul dan sebuah patung Gurita. "Patung itu tingginya sekitar 1,8 meter, di atas sebuah bola, orang-orang bisa melihatnya dari balik kaca, di sana juga ada jambangan besar berisi abu Paul." kata jurubicara Sea Life Centre Tanja Munzig seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (18/1).

Pada Piala Dunia tahun lalu, Paul memang mengguncang dunia. Dia membuat prediksi secara tepat tujuh pertandingan tim Jerman. Dia juga memprediksi Spanyo menang 1-0 atas Belanda di Final. Paul memprediksi dengan memilih di antara dua kotak yang bergambar bendera negara yang akan bertanding. Caranya dia akan berada di atas satu dari dua kotak itu.

Paul mati pada usia 2,5 tahun. Dia pergi secara alamiah dengan tenang di akuarium tempat dia hidup di Oberhausen Sea Life Center, Berlin, Jerman. "Selama hidupnya dia sangat menikmati akuarium tempat dia tinggal," kata Stefan Porwoll, manager Oberhausen Sea Life Center saat dia meninggal tiga bulan lalu.

Kematiannya itu juga "ditangisi" banyak orang. Ratusan orang mengucapkan duka cita di laman Facebook Paul. Bahkan jumlah anggota fans Paul bertambah hingga 200 ribu orang. Seorang pebisnis Spanyol juga pernah menawar Paul Si Gurita 30,000 euro (Rp 343 juta) yang akan digunakan sebagai maskot dalam acara yang berhubungan dengan keahlian memasak.

Sea Life Centre sudah menggantikan Paul dengan seekor gurita asal Prancis. Gurita itu dinamakan Paul II. Dia belum pernah meramal, rencananya Paul II akan mulai meramal pada Piala Eropa tahun depan. Sebelum melihat ramalan Paul II, Sea Life Centre mengabadikan Paul pertama dengan sebuah pojok kenangan.

Sumber : Tempo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar