20 Januari 2011

Bahaya Publikasi Data Pribadi di Facebook

Kemudahan yang ditawarkan Facebook adalah mengizinkan situs lain memanfaatkan data pribadi penggunanya. Tapi kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran. Karena bisa memberikan ancaman dan membahayakan pengguna. Mengapa?

Perusahaan keamanan internet Sophos mengingatkan kebijakan itu memberi bahaya baru bagi pengguna internet. Saat ini, pengembang aplikasi lebih mudah mengumpulkan lebih banyak informasi pribadi dari pengguna.

"Bayangkan, orang jahat dapat membuat aplikasi berbahaya yang mampu mengumpulkan nomor ponsel pengguna dan memanfaatkannya. Ini bisa bermanfaat bagi penyebaran SMS spam atau marketing via telepon yang sering mengganggu," tulis Sophos.

Kemampuan akses alamat rumah penguna dapat membuka kesempatan besar untuk pencurian identitas kemudian digabung dengan data lain sehingga muncul kehawatiran profil ganda di dunia maya.

Meskipun begitu, All Facebook menekankan perubahan ini dapat membantu pengguna internet menghemat waktu registrasi di situs baru atau layanan online lain. Pengumuman Facebook ini menimbulkan berbagai kritik di internet.

“Daripada menghabiskan waktu untuk mengisi informasi dan aplikasi baru saat masuk di sebuah program, jejaring sosial membantu Anda mengisi hal itu dalam hitungan detik," lanjut Sophos. Pengguna Facebook juga banyak yang memprotes hal ini.

"Saya tak yakin pengembang butuh informasi dari para pengguna. Facebook seharusnya segera menghentikan keputusan ini sebelum pemerintah melakukan tindakan," tulis seorang pengguna, John Sweeney Jr, di Facebook.

Senada dengan Sweeney, Tony Mazan juga menyatakan hal sama. Ia meminta Facebook menghentikan aplikasi berbahaya yang berpotensi menipu penggunanya ini.

"Saran saya, bagi semua pengguna Facebook seharusnya menghapus nomor telepon dan memblokir aplikasi apapun yang meminta rincian data pribadi pengguna," ujar Tony.

Sumber : inilah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar