Tampilkan postingan dengan label mafia pajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mafia pajak. Tampilkan semua postingan

19 Januari 2011

Lagu Andai Aku Gayus Tambunan Bikin Bona Paputungan Tenar

Bona Paputungan
Lagu Andai Aku Gayus Tambunan semakin meledak akhir-akhir ini. Jadilah pengarang lagu tersebut Bona Paputungan (32) menjadi tenar di negeri ini. Bahkan, video klip lagu yang disenandungkan oleh mantan narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Gorontalo itu banyak diburu peselancar dunia maya.

Lagu "Andai Aku Gayus Tambunan" inilah yang membuat namanya menjadi beken. Video klip berdurasi empat menit 47 detik itu pertama kali diunggah ke dunia maya pada 14 Januari lalu. Kini, lagu tersebut sudah banyak tersebar melalui telepon seluler (ponsel). Bahkan, ada juga yang bangga memakai lagu tersebut sebagai nada dering di ponselnya.

Video yang diunggah di YouTobe ini memang cukup menggelitik. Intinya, Bona menceritakan kisahnya ketika mendekam diterali besi sejak 11 Maret 2010. Dia menyindir perlakuan istimewa yang diterima terdakwa mafia pajak, Gayus Tambunan, ketika menjalani masa tahanan. Gayus bisa dengan mudah plesiran ke Bali, bahkan sampai ke luar negeri.

Sementara untuk napi lain yang terjerat kasus jauh lebih ringan dan bukan dari kalangan pejabat atau konglomerat, 'hidup nyaman' di penjara adalah hal yang mustahil. Bona mengaku, lagu ini diciptakannya ketika masih mendekam dalam penjara, karena terkena kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dia kemudian dibebaskan bersyarat pada tanggal 7 Oktober 2010. "Saya sebenarnya baru dibebaskan tanggal 5 Januari 2011, namun pihak lembaga pemasyarakatan memberi keringanan, dan kemudian membebaskan saya pada tanggal 7 Oktober 2010," ungkap Bona.

Setelah keluar dari penjara itulah, dia kemudian membuat video klip unik ini. Lagu ciptaannya itu juga tengah hangat dibahas lewat situs-situs jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter. Para pengguna akun jejaring pertemanan ini ramai-ramai menge-share "Andai Aku Gayus Tambunan".

Berikut lirik lagu "Andai Aku Gayus Tambunan", ciptaan Bona Paputungan.

11 Maret
Diriku masuk penjara
Awal ku menjalani
Proses masa tahanan

Hidup di penjara
Sangat berat kurasakan
Badanku kurus
Karena beban pikiran

Kita orang yang lemah
Tak punya daya apa-apa
Tak bisa berbuat banyak
Seperti para koruptor

Andai Ku Gayus Tambunan
Yang bisa bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi

Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

7 Oktober
kubebas dari penjara
Menghirup udara segar
Lepaskan penderitaan

Wahai saudara
Dan para sahabatku
Lakukan yang terbaik
Jangan engkau salah arah

Andai Ku Gayus Tambunan
Yang bisa bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi

Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

Biarlah semua menjadi kenangan
Kenangan yang pahit
dalam hidup ini

Andai Ku Gayus Tambunan
Yang bisa bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi

Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

05 Januari 2011

Gayus 68 Hari Keliling Dunia

Foto Paspor Gayus
Jaringan mafia hukum Gayus Tambunan bukan hanya polisi - jaksa dan hakim saja tapi ia juga punya jaringan dengan petugas imigrasi untuk menerbitkan paspor atas nama Sony Laksono. Dengan paspor inilah Gayus bisa bebas plesir ke luar negeri kemungkinan untuk menyelamatkan asetnya.

Menurut Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Gayus alias Sony Laksono pelesir hingga ke Makau, Cina, dan Kuala Lumpur, Malaysia, saat ditahan di penjara Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok. Foto di paspor Sony Laksono identik dengan foto Gayus yang menggunakan wig seperti saat di Bali, kata Patrialis di kantornya.

Sebelum skandal pelesiran Gayus ke Makau dan Kuala Lumpur terungkap, terdakwa kasus pajak itu dipergoki sedang menonton tenis di Bali. Di Pulau Dewata, pada awal November itu, Gayus menyamar memakai wig.

Menurut data Imigrasi, Gayus alias Sony terbang ke Makau pada 24 September dan kembali dua hari kemudian. Ia berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Lalu, pada 30 September, ia pergi ke Kuala Lumpur, Malaysia. Namun, belum diketahui kapan Gayus pulang dari Malaysia. Corporate Secretary PT Angkasa Pura II, Hary Cahyono, menduga Gayus pulang melalui Bandung atau Medan, tidak melalui Soekarno-Hatta.

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta telah membentuk tim investigasi internal berkaitan dengan dugaan lolosnya Gayus alias Sony ke luar negeri melalui bandara itu. Menurut kepala imigrasi bandara tersebut, Dirman Sukardi, hasil penyelidikan akan diketahui hari ini.

68 Hari Keliling Dunia

BERADA di penjara Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Gayus H. Tambunan malah lebih leluasa pelesir ketimbang saat menjadi pegawai pajak di Departemen Keuangan. Selama delapan bulan di sana, ia "cuti" 68 hari. Sebagian waktu cuti itu ia pakai untuk keliling dunia.

MAKAO, CINA
Waktu: 24-26 September
Selama September, ia berada di luar tahanan 19 hari.

KUALA LUMPUR, MALAYSIA
Waktu: 30 September
Diduga kembali 3 Oktober berdasarkan dokumen pemeriksaan polisi yang mencatat dia di luar tahanan pada 1-3 Oktober. Selama Oktober, ia "cuti" dari penjara 23 hari.

BALI
Waktu: 4-6 November
Selama November, ia di luar penjara 4 hari .

KE MANA LAGI?
Diduga belum semua acara wisata Gayus terungkap. Sebab, ia banyak absen selama berada di rutan Depok.
Masa tahanan: April-21 November 2010
Jumlah absen: 68 hari, termasuk 3 hari pada Juli dan 19 hari pada Agustus

BAGAIMANA GAYUS KE LUAR NEGERI?

1. Menyuap polisi penjaga.
Kepala Rutan Mako Brimob Komisaris Polisi Iwan Siswanto Rp 368 juta
Anak buah Iwan (8 orang) masing-masing Rp 1,5 juta per pekan.
2. Menyamar menjadi Sony Laksono berbekal paspor seorang anak, Margareta, yang dimodifikasi menjadi paspor atas nama Sony Laksono.


Sumber: Koran Tempo

Ini Foto Gayus di Paspor

Foto Paspor Gayus
Beredar informasi bahwa ternyata saat mendekam di Rutan Mako Brimob, terdakwa kasus madia pajak, Gayus Tambunan tak hanya pelesiran ke Bali, tapi juga ke luar negeri. Berita menghebohkan ini benar-benar menampar imigrasi Indonesia. Mengapa bisa ada paspor aspal Gayus?

Beberapa hari terakhir ramai dibahas masalah Hasil temuan sementara tim yang dibentuk Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar mengungkap, ada paspor atas nama Sony Laksono yang memuat foto orang mirip Gayus yang memakai wig.
Paspor atas nama Sony Laksono itu dipakai ke Macau 24 September 2010 ke Macau. Juga ke Kuala Lumpur pada 30 September 2010.

Seperti apa wajah mirip Gayus dalam paspor itu? Seperti yang diunggah Sekretaris Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, Denny Indrayana di akun Twitter-nya, memang terlihat foto sosok mirip Gayus dengan rambut palsu dan kaca mata berbingkai tebal.

Paspor itu ditulis atas nama Sony Laksono, tanggal lahir 17 Agustus 1975. Paspor bernomor register 1A11JC4639-JRT itu dikeluarkan tanggal 5 Januari 2010.

"Ini foto Gayus dengan wig di paspor 'Sony Laksono'. Nama samaran yang sama ketika Gayus nonton tenis ke Bali," tulis Denny Indrayana di akun Twitternya, Rabu 5 Januari 2011.

Pihak maskapai Air Asia membantah ada nama Gayus pada penerbangan 30 September ke Singapura. Saat pelesir ke Bali, Gayus memang tidak memakai nama asli. Informasi yang beredar, Gayus memakai nama Sony Laksono. Apakah saat ke Singapura ada penumpang bernama Sony Laksono?

Informasi orang mirip Gayus ke luar negeri berasal dari seorang warga yang menulis surat pembaca di Harian Umum Kompas, Minggu 2 Januari lalu. Dalam suratnya, Devina menulis: "Ketika itu seorang pria memakai wig dan kacamata masuk ke ruangan tempat saya menunggu. Setelah melihat foto yang belakangan banyak beredar di surat kabar dan berita TV, saya semakin yakin bahwa orang yang berada dalam satu penerbangan dengan saya ke Singapura tersebut memang Gayus."

Devina berada dalam penerbangan Air Asia bernomor QZ 7780, dengan waktu keberangkatan 11.20 WIB dari Jakarta menuju Singapura, hari Kamis, 30 September 2010.

Sumber : Vivanews

12 November 2010

Gayus Bebas Plesir ke Bali

Foto Gayus nonton tenis di Nusa Dua Bali
Ramai diberitakan di media bahwa tersangka kasus mafia pajak Gayus Tambunan ternyata bisa bebas keluar penjara Mako Brimob Kelapa Dua. Kejadian seperti ini ternyata bukan hal aneh dan sering terjadi. Tapi mengapa aparat masih berani terima suap dari Gayus? Padahal kasusnya sedang menjadi sorotan publik. Gayus tertangkap kamera sedang menonton pertandingan tenis di Nusa Dua Bali pada Jumat 05/11.

Ternyata untuk keluar penjara informasi yang didapatkan dari Polisi adalah Gayus menyuap petugas kepala rutan Mako Brimob sebesar 60 Juta rupiah dan 8 anak buahnya masing-masing mendapat 5-6 juta. Ternyata aparat negeri ini masih belum bersih dari korupsi terbukti tersangka kasus yang menghebohkan itu malah bikin heboh lagi dengan bisa bebas keluar tahanan apalagi sampai plesir ke Bali. Seperti ada ungkapan kalau ada fulus semua bisa lancar. Kini ada lagi foto mirip Gayus dengan seorang perempuan yang mirip Milana Anggraeini, istri Gayus Tambunan. Si wanita ini duduk tepat di belakang pria mirip Gayus Tambunan. Yang jadi pertanyaan kita semua apakah hanya karena memiliki uang berlimpah bisa membeli semua aparat baik polisi maupun jaksa dan aparat yang lain? Gayus harusnya di persidangan ditambahi hukumannya karena ternyata dia tidak menyesali perbuatannya malah enak-enakan plesir ke Bali. Bisa dibayangkan kalau ternyata Gayus bisa kabur keluar negeri wah sama seperti buronan koruptor yang lain yang sampai sekarang juga gak jelas rimbanya.


Foto Gayus ketika mengambil gambar suatu moment pertandingan