28 Mei 2009

Keyakinan = Kesuksesan

Setelah menyaksikan final Liga Champions 2009 antara FC Barcelona melawan Manchester United semalam yang akhirnya dimenangkan oleh FC Barcelona dengan skor 2-0, ada hikmah tersendiri yang bisa saya dapatkan menilik perjalanan juara El Barca (julukan FC Barcelona).

Tahun ini adalah tahun prestasi bagi El Barca, bagaimana tidak di tahun 2009 ini El Barca merengkuh tiga juara sekaligus (treble winner) yaitu Juara La Liga Primera, juara Copa Del Rey, dan juara Liga Champions. Sukses besar El Barca tidak terlepas dari peran besar pelatih EL Barca yang adalah Josep “Pep” Guardiola yang dengan keyakinannya yang besar membangun tim yang sebagian besar dari akademi sepakbola Barcelona. Bukan hanya itu saja tapi konsep permainan menyerang yang enak ditonton sangat mempesona seluruh Eropa bahkan dunia. Sebetulnya di awal musim ini banyak pihak yang meragukan kemampuan Pep Guardiola sebagai suksesor Frank Rijkaard meracik tim El Barca, karena memang Pep Guardiola baru seumur jagung untuk jabatan kepelatihan tim senior sebesar FC Barcelona karena sebelumnya dia hanya menjadi pelatih tim junior Barcelona. Tapi itu tidak menyurutkan tekadnya untuk menjadikan El Barca menjadi tim yang tangguh dan disegani baik di liga domestik maupun di Eropa bahkan dunia. Kembali lagi ke hikmah yang saya dapat dari perjalanan juara El Barca adalah keyakinan seperti judul posting diatas yaitu keyakinan=kesuksesan. Sosok Pep Guardiola adalah sosok yang awalnya dipandang sebelah mata dan karena ini musim pertamanya mungkin target awal management club hanya bisa bersaing di papan atas liga Spanyol. Tapi ternyata karena mempunyai keyakinan atas apa yang dilakukan maka Pep Guardiola dengan percaya diri membangun konsep sepak bola yang terbilang spesial, menghadapi lawan siapa pun mereka tidak merubah konsep sepak bolanya. Sekali menyerang tetap menyerang. Dalam kehidupan sehari-hari kita juga bisa menggunakan falsafah Pep Guardiola yaitu dengan keyakinan selalu menyerang, menyerang disini bisa kita adaptasi dengan bekerja keras tanpa kenal lelah dalam menghadapi apapun baik tugas ataupun peluang yang ada di depan mata. Kita kembali lagi ke El Barca sebelum pertandingan final diunggulkan dibawah sang juara bertahan MU, mereka tetap yakin akan pola permainannya sendiri yang menghibur. Padahal tim yang dihadapi adalah MU yang mempunyai arsitek kenyang pengalaman Alex Ferguson. Tapi di lapangan ternyata MU kesulitan menghadapi startegi pelatih El Barca Pep Guardiola. El Barca leluasa melakukan serangan dan rapat menutup peluang mencetak gol penyerang-penyerang MU. Kalau kita lihat dikehidupan kita sehari-hari seharusnya kita tetap harus yakin akan apa yang kita lakukan, kalau kita yakin apa yang kita lakukan niscaya kita bisa sukses atas apa yang kita cita-citakan. Terkadang kebanyakan dari kita mempunyai penyakit yang bisa dimiliki sebagian besar orang yaitu kita bisa yakin di awal kita melakukan sesuatu entah itu memulai bisnis baru atau bekerja ditempat yang baru misalnya, tetapi sekali kita menghadapi tantangan dan rintangan kita menjadi ragu-ragu dan tidak yakin akan apa yang telah kita lakukan, nah itulah yang membuat kita tidak bisa sukses. Sebenarnya yang membedakan tindakan atau sesuatu yang kita lakukan itu dengan keyakinan atau tidak adalah kalau kita yakin pasti kita akan mengeluarkan segala daya alias 100% kekuatan kita tapi kalau kita menjalaninya dengan tidak ada keyakinan alias ragu-ragu maka sudah pasti kita tidak 100% mengeluarkan tenaga dan kekuatan kita dan sudah bisa ditebak hasilnya adalah kegagalan. Jadi saya menggarisbawahi lagi komentar dari komentator RCTI pada pertandingan final Liga Champions bahwa “dengan keyakinannya Pep Guardiola mengantarkan Barcelona juara Liga Campions 2009”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar