Tampilkan postingan dengan label studi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label studi. Tampilkan semua postingan

16 Maret 2011

Ingin Jago Matematika, Yuk Makan Coklat

Biasanya coklat selalu dianggap sebagai pengurang stres hingga resiko penyakit jantung. Tapi tahukah anda bahwa coklat ternyata bisa membantu seseorang mengerjakan matematika. Bagaimana fakta yang menarik mengenai coklat ini?

Menurut studi peneliti Northumbria University Inggris pada 2009, coklat bisa membantu orang mengerjakan matematika. Studi menunjukkan, orang bisa menghitung mundur lebih baik setelah mengkonsumsi coklat panas yang mengandung 500 mg flavanols atau lima batang coklat.

Selain itu, antioksidan pada coklat bisa meningkatkan aliran darah ke otak. Studi lain menunjukkan, sedikit coklat hitam bisa mengubah tingkat protein C-reaktif yang berhubungan dengan peradangan di dalam tubuh.

“Pengaruh terbaik diperoleh ketika mengkonsumsi rata-rata 6,7 gram coklat per hari atau setara kotak kecil coklat dua atau tiga kali sepekan,” papar penulis utama studi Northumbria Romina di Giuseppe.

Selama beberapa tahun, studi juga menguak manfaat coklat bagi kesehatan. Menurut studi pada 44 ribu partisipan baru-baru ini, orang yang tiap pekan makan coklat, 22% lebih kebal stroke. Temuan ini dipresentasikan di pertemuan tahunan American Academy of Neurology di Toronto.

Meski coklat terbukti kaya antioksidan flavonoid yang bisa menangkal stroke, studi Sarah Sahib dari McMaster University, Kanada, mencatat, penelitian ‘lebih lanjut diperlukan untuk menentukan coklat benar-benar menurunkan risiko stroke, atau apakah orang bisa sehat cukup dengan makan coklat”.

Pada 2009, studi menemukan, orang yang dinilai sangat tertekan mengalami penurunan tingkat hormon stres setelah makan coklat tiap hari selama dua pekan. Di studi Nestle Research Center Swiss, 30 subyek makan 40 gram coklat hitam tiap hari.

Studi Sunil Kochhar ini menunjukkan, relawan mengalami ‘pengurangan kadar hormon stres dan normalisasi metabolik stres sistemik’ secara signifikan. Mungkin alasan ilmiah inilah yang membuat coklat disebut sebagai ‘makanan para dewa’ di Yunani.

Sumber : inilah.com

25 Januari 2011

Menulis Lebih Baik Daripada Mengetik

Hasil dari sebuah studi menyebutkan bahwa Anak-anak yang menulis dengan pena ternyata memiliki kemampuan belajar lebih baik ketimbang mereka yang mengetik dengan menggunakan keyboard komputer.

Kesimpulan tersebut diperoleh dari penelitian Stavanger University di Norway dan Marseille University yang telah dipublikasikan dalam jurnal Advances in Haptics.

Dua orang ahli neurophysiologist, Anne Mangen dan Jean-Luc Velay menyatakan kegiatan membaca dan menulis merupakan aktivitas yang melibatkan banyak indera dalam tubuh. Ketika seorang anak menulis dengan tangan, maka setiap gerakan yang dilakukan akan meninggalkan jejak pada bagian otak yang disebut sensorimotor tersebut. Proses inilah yang membantu anak mengenal huruf dan bagaimana menuliskannya.

Adapun dengan mengetik di papan ketik, maka proses sensorimotor itu tidak terjadi karena ketika menekan tombol maka huruf yang dimaksud sudah tampil pada layar. Si anak juga cukup melakukan gerakan sederhana yakni hanya dengan menyentuh tombol dan tidak membentuk mekanisme belajar pada otak.

Dalam penelitian itu, Mangen dan Velay menguji dua kelompok anak yang sedang mempelajari abjad. Kelompok pertama diajarkan dengan cara menuliskan setiap huruf pada kertas, sementara kelompok kedua mempelajari alfabet melalui keyboard. Hasilnya, anak-anak yang belajar abjad dengan cara menuliskan ternyata lebih cepat mengingat, menulis dan membaca setiap huruf ketimbang anak-anak yang menggunakan papan ketik.

"Kegiatan menulis akhir-akhir ini sudah mulai ditinggalkan karena dianggap terlalu lama," kata Mangen seperti dikutip Dailymail.

Sumber : Tempo