Tampilkan postingan dengan label Jejaring Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jejaring Sosial. Tampilkan semua postingan

02 Agustus 2011

Twitter Meluncurkan Versi Bahasa Indonesia

Bertepatan dengan bulan Kemerdekaan Indonesia, pengguna Twitter di Indonesia sekarang sudah bisa menggunakan Twitter versi Bahasa Indonesia. Seperti apa?

Sepertinya akan semakin banyak saja pengguna Twitter di Indonesia. Seperti ditulis di situs blog resmnya, sekarang sudah hadir Twitter berbahasa Indonesia.

Twitter yang sebelumnya berbahasa Inggris, kini bisa digunakan lebih mudah dan oleh lebih banyak kalangan, misalnya mereka yang tidak melek bahasa Inggris.

Twitter berbahasa non-Inggris pertama adalah bahasa Jepang yang launching April 2008. Tahun selanjutnya, yakni November 2009, Twitter meluncurkan versi bahasa Spanyol dan Prancis.

Sekarang giliran versi bahasa Indonesia. Selain bahasa Indonesia, yang juga diresmikan sekalian adalah bahasa Belanda.

Kedua bahasa ini, Indonesia dan Belanda, adalah dua proyek pertama yang sepenuhnya diterjemahkan oleh komunitas relawan dengan bantuan Translation Centeryang baru mulai diterapkan awal tahun ini.

Komunitas translator di Twitter saat ini sudah lebih dari 200.000 orang. Mereka menerjemahkan halaman pendukung, desktop, serta untuk aplikasi mobile. Proses penerjemahan ke bahasa Belanda dan Indonesia hanya memakan waktu sebulan.

Proyek penerjemahan selanjutnya adalah bahasa Filipina dan Malaysia.

31 Juli 2011

Google+ Tidak Laku

Pada awalnya Google+ sangat menjanjikan, tetapi di Minggu ke-4 popularitas Google+ mulai berkurang dan penggunanya membuka akun tak sampai semenit. Mengapa demikian?

Terhitung sudah sejak sebulan usia Google+ sejak rilis pertama. Awalnya, kemunculan situs jejaring sosial baru ini disambut ramai. Banyak orang yang mencari cara supaya bisa di-invite. Kalau dapat invitasi, girangnya bukan main.

Jumlah penggunanya membludak di dua minggu pertama. Di minggu ketiga, jumlahnya sudah mencapai 20 juta. Tapi sekarang sepertinya masa kejayaan itu berangsur-angsur mulai sirna.

Seperti dilaporkan Bloomberg, total jumlah kunjungan Google+ turun 3% di minggu keempat. Jumlah pengguna baru pun semakin sedikit.

Apa mungkin Google+ bisa mengalahkan Facebook yang saat ini penggunanya sudah sampai 750 juta?

Bahkan, rata-rata pengguna Google+ mengunjungi akunnya hanya sebentar, dari yang semula lima menit jadi hanya 15 detik. Waktu kunjungan yang sangat singkat itu mungkin karena pengguna tidak melihat ada aktivitas baru dari teman-teman di akunnya.

Mungkin bukan karena tidak ada aktivitas, melainkan karena teman-temannya itu masih lebih senang meng-update segala sesuatu di akun Facebook.

Sumber : Inilah.com

14 Juli 2011

Perubahan Perilaku yang Muncul Karena Facebook

Fenomena perkembangan zaman saat ini adalah dengan maraknya situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Ternyata karena situs Facebook ini dapat merubah perilaku seseorang. Seperti apa?

Sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat, jejaring Facebook, saat ini merupakan situs yang paling banyak diakses telah mengubah banyak aspek perilaku, khususnya terkait dengan cara menjalin hubungan dengan pasangan.

Nah, berikut merupakan beberapa prilaku aneh pecandu jejaring sosial yang ditemukan para peneliti:

Berbohong dalam status

Sedikit para facebookers yang tidak memasang status relationship mereka sejujurnya. Dengan begitu, mereka lebih menyukai ‘opsi terbuka’ pada kemungkinan selingkuh atau meneruskan flirting dengan orang lain.

Tercatat 27% pengguna tidak memasang status hubungan sama sekali, dan setengah dari mereka masih melajang.

Masalah karena posting wall

Sebanyak 29% mengatakan bahwa kiriman pesan di dinding (wall) atau foto dapat menimbulkan masalah dengan pasangan. Sebanyak 42% mengatakan, mereka mendapat keluhan dari pasangannya, dan 11% dari yang disurvei menempatkan pasangan mereka pada profil terbatas, sehingga tak dapat mengakses atau melihat semua aktivitas yang dilakukannya di Facebook

Sarana untuk merayu

Sebanyak 70% pengguna mengaku memanfaatkan Facebook untuk merayu atau menggoda teman. Sebanyak 24% si penggoda ini mengunakan jejaring sosial untuk merayu orang lain ketimbang pasangannya sendiri.

Jadi pecemburu

Sebanyak 59% mengaku sering cemburu karena pasangannya berhubungan dengan orang lain di Facebook.

Hasil penelitian Amy Muise Ph.D dari University of Guelph, mengindikasikan, Facebook berkontribusi memicu kecemburuan, bahkan pada orang yang sebenarnya tidak punya kecenderungan atau sifat cemburuan.

Membobol akun pasangan

Sebanyak 23% responden mengaku pernah membobol atau nge-hack akun pasangannya di Facebook . Sebanyak 18% responden mengaku tahu password pasangannya, sekitar 85% mengaku diberitahu password-nya, 16% menebak password-nya, dan 9% responden sengaja nge-hack akun Facebook pasangan.

Mencari mantan kekasih

Sebanyak 85% pengguna mencari dan menelusuri mantan kekasihnya melalui Facebook. Sekitar 17% dari mereka selalu mengecek halaman mantan kekasihnya, setidaknya sekali dalam seminggu.

Sumber : Inilah.com

24 Maret 2011

Facebook Punya Pesaing Jejaring Sosial Via Ponsel

Bill Nguyen
Ada gebrakan baru dari Bill Nguyen di dunia teknologi yaitu meluncurkan jejaring sosial berbasis ponsel sebagai pesaing Facebook. Sebelumnya Bill Nguyen telah menjual perusahaan terakhirnya ke Apple pada tahun 2009. Seperti apa aplikasinya?

Aplikasi bernama Color (warna) ini merupakan aplikasi berbasis smartphone yang bisa dimanfaatkan pada ponsel iPhone dan Android. Color memungkinkan siapapun dalam jarak tertentu berbagi foto, video dan secara simultan mengirim pesan teks ke berbagai ponsel dengan real-time

Menganggap pertukaran foto dan video menjadi aktivitas paling populer di Facebook, pendiri Color berharap alikasi ini menciptakan jejaring sosial yang mampu berkembang di dunia pasca-PC (personal computer). Nguyen mengatakan, “Transisi pasca-PC di seluruh dunia akan menjadi perubahan mendasar. Kita akan berbagi lebih banyak informasi secara real-time.”

Nguyen yang pernah menjual start-up musik online Lala ke Apple dengan harga US$80 juta (Rp 720 miliar) juga sempat bekerja untuk produksi iPhone selama satu tahun. September tahun lalu, ia berhasil mengumpulkan dana US$14 juta (Rp 126 miliar) dari Bain Capital Ventures dan Silicon Valley Bank.

Color merupakan layanan bebas biaya dengan tanpa nama ataupun kata kunci, namun Nguyen dan tim berharap bisa menghasilkan sejumlah keuntungan dari iklan dan pemasaran berbasis layanan lokasi.

“Orang-orang mulai menyadari perangkat seperti iPhone dapat melakukan sesuatu di jejaring sosial, tidak seperti akses via komputer,” Mike Krupka dari Bain Capital Ventures.

Color sebelumnya mempekerjakan DJ Patil, kepala ilmuwan di jejaring sosial LinkedIn. Patil bergabung di Color sebagai direktur data yang membantu menganalisis sejumlah besar informasi saat pengguna aplikasi berpindah lokasi. Color merupakan start-up ke delapan yang dikembangkan Nguyen.

Sumber : inilah.com

01 Februari 2011

Cara Baru Penipuan di Jejaring Sosial

Bagi anda yang aktif di jejaring sosial disarankan untuk selalu hati-hati dan waspada terhadap modus baru penipuan di jejaring sosial. Tujuannya adalah untuk mencuri data dan identitas anda.

Menurut laporan terakhir Spam Report bulanan yang dirilis Symantec, dalam beberapa bulan belakangan, muncul tren situs penipuan (phising) yang memalsukan merek-merek jejaring sosial.

Dalam upayanya untuk mengelabui pengguna, penipu menggunakan banyak taktik dan umpan baru. Tujuannya agar dapat mengelabui pengguna sehingga mereka memberikan informasi pribadi mereka.

“Salah satu contohnya adalah website phishing dengan nama “Webcam” dan yang menyediakan gambar webcam di halaman phishing-nya,” sebut Symantec dalam laporannya, 31 Januari 2010.

Di sini, situs itu memberi kesan bahwa mereka menyediakan fasilitas webcam untuk pengguna agar dapat berinteraksi satu sama lain di jejaring sosial. Padahal, situs aslinya sebenarnya tidak menyediakan fasilitas itu.

Metode kedua, kata Symantec, penipu memanfaatkan pornografi sebagai umpan untuk mencuri data pribadi pengguna. Caranya, website phishing itu mengklaim bahwa situs jejaring sosial tertentu telah mengeluarkan edisi baru untuk pengguna dewasa.

“Jejaring sosial edisi ‘baru’ tersebut mengesankan bahwa pengguna dapat melihat video dewasa dari skandal-skandal terkenal yang diambil dari kamera tersembunyi,” kata Symantec. “Lebih lanjut, situs phisihing itu mengklaim bahwa pengguna juga bisa berinteraksi dan bergabung dalam chatting khusus dewasa,” sebut Symantec.

Pada metode penipuan ini, situs penipu menyatakan bahwa pengguna bisa mengetahui berita terbaru mengenai skandal-skandal aktris terkenal. Situs juga berisi gambar porno. Tampilan dan nuansa situs dibuat untuk meningkatkan daya tarik pornografi tersebut.

Metode ketiga, umpan yang digunakan adalah penawaran palsu berupa software untuk meng-hack (hacking software). Website penipu yang menggunakan metode ini menyediakan konten yang sudah dimodifikasi sehingga mirip seperti versi alternatif dari sebuah jejaring sosial yang ditujukan untuk hacker profesional.

“Phisher terus menggunakan bentuk-bentuk umpan baru dan berbeda yang semuanya memiliki tujuan yang sama. Membuat pengguna yakin bahwa mereka akan mendapatkan manfaat jika memberikan informasi dan login ke situs yang mereka buat,” sebut Symantec.

Namun demikian, Symantec menyebutkan, tentu saja jika pengguna menjadi korban dari penipuan itu, phisher akan berhasil mencuri informasi rahasia mereka untuk pencurian identitas.

Sumber : Vivanews

19 Januari 2011

Ingin Punya Teman di Pesawat? Yuk Gabung Planely

Jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter saat ini bukan lagi kebutuhan kala senggang. Ini terlihat dari kemunculan sejumlah laman layanan berbasis jejaring sosial yang terus saja laris manis, mulai dari video, foto, lokasi atau perjodohan. Kini ada aplikasi lain yang mungkin membuat penggila jejaring sosial semakin banyak pilihan. Apalagi ya? Kali ini khusus untuk penumpang moda transportasi udara.

Mengapa harus pesawat? Alasan pertama, moda transportasi udara sejak lama sudah menjadi primadona masyarakat modern. Selain cepat, perjalanan via udara memang menghadirkan sensasi yang luar biasa ketimbang moda tranpostasi lain.

Di Indonesia, lahirnya maskapai yang menawarkan tarif murah turut andil menjadikan moda transportasi udara opsi utama perjalanan jauh. Artinya, minat masyarakat akan moda transportasi ini begitu besar.

Alasan kedua, sebagian dari calon penumpang merasa penasaran dengan siapa saja yang akan satu pesawat bersamanya. Bisa jadi, sosok ternama atau mungkin sahabat anda. Secara normal, calon penumpang tidak mungkin mengetahui siapa saja yang berada dalam pesawat. Tak hanya itu, calon penumpang mungkin saja tidak berani sendiri untuk melakukan penerbangan via udara sehingga memerlukan teman.

Berangkat dari dua alasan tadi, Nick Martin, salah seorang penyuka perjalanan via udara membuat jejaring sosial berbasis penerbangan pesawat. Jejaring sosial itu diberinama Planely. Jejaring ini bertujun memudahkan calon penumpang mendapatkan teman ketika ia harus menjalani rute pernerbangan.

Wadah berkomunikasi dan bertukar informasi jadwal penerbangan juga disiapkan jejaring sosial ini. Itulah kira-kira yang dijanjikan oleh Planely.

Jejaring sosial ini akan menampilkan semua anggota yang punya kesamaan tujuan atau bahkan anggota yang akan satu pesawat dengan anda. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menjadi anggota dan masukkan jadwal penerbangan. Setelah itu, anda bisa mengontak si teman untuk memastikan duduk di baris yang sama di dalam pesawat sehingga perjalanan anda tak perlu membosankan.

Sumber : Republika

18 Desember 2010

PIN Blackberry Bisa Untuk Jejaring Sosial

Fitur BlackBerry Messenger begitu populer dan menjadi salah satu magnet kuat yang menarik minat konsumen untuk memilih smartphone dan layanan dari Research In Motion (RIM) Kanada itu. Bahkan, dalam perkembangannya, model interaksi yang saat ini hanya bisa dilakukan antarpengguna BlackBerry lewat BBM (BlackBerry Messenger) itu tidak akan eksklusif lagi.

RIM memutuskan akan membuka application programming interface atau API untuk BlackBerry Messenger sehingga semua pengembang aplikasi dapat mengakses fitur interaktif tersebut. PIN (personal identity number), kode yang selama ini hanya dipakai di BBM pun akan menjadi alat jejaring sosial yang lebih luas.

"Perkembangan tersebut memang dinamis. PIN sekarang telah menjadi alat sosial yang lebih luas. Kami akan membuka API sehingga BlackBerry Messenger dapat terhubung ke jaringan luar," ujar Gregory Wade, Managing Director RIM Asia Tenggara di Jakarta, Kamis (16/12/2010). Ia mengatakan kebijakan RIM untuk membuka lebih luas untuk mengakses informasi pengguna BlackBerry seiring dengan tuntutan konsumen.

Sebelumnya, PIN mungkin menjadi barang pribadi, namun kini telah digunakan untuk menjalin hubungan dengan sebanyak mungkin orang lain. Fenomena berbagi PIN yang dilakukan para pengguna BlackBerry di dunia maya salah satu contoh kecenderungan tersebut. Makanya Gregory Wade pun tak kaget saat tahu bahwa banyak pengguna BlackBerry di Indonesia yang dengan sukarela berbagi PIN di halaman Fan Page BlackBerry di Facebook.

Tak seperti nomor ponsel yang bagi sebagian besar orang masih dipertukarkan dengan orang lain yang telah dikenal, banyak pengguna BlackBerry malah mengungkap nomor PIN miliknya untuk menjalin perkawanan baru. Namun, tetap saja jangan sampai nomor PIN tersebut jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab.

Sumber : Kompas