24 Desember 2010

Menghindari Jerat Kartu Kredit

Kartu kredit
Mungkin saat anda tengah jalan-jalan di mall anda sering ditawari oleh marketing bank yang menawari anda untuk aplikasi kartu kredit. Dan kalau saya yang ditawari biasanya selalu saya tolak. Memang kartu kredit adalah sarana perbankan yang bisa memudahkan Anda dalam berbelanja. Akan tetapi bunga kartu kredit yang tinggi membuat bank ‘senang sekali’ membujuk nasabah untuk terus menggesek kartunya, sehingga mendapatkan penghasilan dari bunga. Dan pada akhirnya kitalah yang menanggung utang plus bunga kartu kredit. lalu bagaimana menghindari jerat kartu kredit tersebut?

Fauziah Arsiyanti Fauzan, Financial Planner First Principal Financial Singapore, mengingatkan, kartu kredit merupakan bentuk pinjaman dengan bunga tertinggi. Bunganya berkisar antara 3–3,75 persen per bulan. Dalam setahun, bisa mencapai 36-45 persen.

Rasanya tak ada investasi yang bisa memberikan return setinggi itu dalam setahun. Kalaupun ada, pastinya jenis investasi yang berisiko tinggi, dan tidak setiap tahun menghasilkan return seperti itu.

Segera bayar lunas semua utang kartu kredit Anda. Kurangi juga jumlah kepemilikan kartu kredit. Cukup satu kartu. "Ubah mind set Anda, bahwa kartu kredit bukanlah ‘source of income’ yang bisa menjadi tambahan uang belanja, tapi kartu kredit adalah utang yang bisa digunakan dalam keadaan emergency, bukan untuk membiayai gaya hidup anda sehari-hari," ujarnya.

Yang terpenting adalah tidak mudah terbujuk tawaran bank. Sebab, bank biasanya mengeluarkan jurus-jurus ampuh ketika ada nasabah yang ingin menutup kartu seperti memberi promosi gratis iuran bulanan. "Jika sudah memutuskan menutup kartu kredit, lebih baik Anda tidak mudah terbujuk tawaran dari bank."

Sumber : Vivanews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar