Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

31 Mei 2011

Melacak SMS Nazaruddin dengan Teknologi

M. Nazaruddin
Beberapa hari yang lalu beredar SMS ancaman atas nama Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin setelah ia pergi ke Singapura. Ternyata SMS tersebut bisa dilacak dengan teknologi. Inilah analisanya dari sisi teknologi.

Beredar SMS dari nomor Singapura, +65843939xx, berisi ancaman dari orang yang mengatasnamakan dirinya M. Nazaruddin. Pesan singkat ini pun kini beredar di SMS serta BBM dan kabarnya, nomor ini sudah tak aktif lagi. Berikut analisa telematika kasus ini menurut pengamat TI Abimanyu Wachjoewidajat.

Pertama, mungkin saja SMS ini benar dikirim melalui nomor MSISDN (ponsel) pasca bayar, kemudian pemiliknya segera unsubscribe. “Namun caraini mudah terlacak,” ungkapnya pada INILAH.COM.

Kedua, mungkin SMS dikirim dari nomot pra bayar (yang dibeli diSingapura), kemudian tak dipakai lagi (dihidupkan hanya saat dipakai saja).

Ketiga, SMS mungkin dikirim dari komputer di Indonesia menggunakan jasa SMS Masking yang kemudian diubah data pengirimnya agar seolah dari nomor Singapura.

“Cara kedua dan ketiga mungkin dilakukan, dan cara termudah serta termurah adalah cara ketiga karena secara teknologi, siapapun bisa menggunakan layanan bulk SMS kemudian mengirimkannya seakan dari nomor tertentu (fake SMS),” papar pria yang akrab disapa Abah ini.

Cara ini bisa dilakukan melalui komputer atau ponsel dimanapun saja karena berbasis web. Meski begitu, orang awam akan sulit melacaknya, “Namun, secara telematika, hal ini bisa dilakukan, yang diperlukan adalah otorisasi dari pihak berwajib,” lanjutnya.

Jika cara ini sebenarnya trik di luar pihak Nazaruddin, maka cara ini diyakini ampuh memancing Nazaruddin muncul kembali di Indonesia, lanjutnya lagi. Selain itu, jika server BlackBerry dipindah ke Indonesia, maka kejadian hilangnya Nazaruddin tak lagi jadi masalah karena segala komunikasinya terus terpantau.

“Tentunya, banyak pihak yang mengalami ganjalan. Pasalnya, anggota DPR lainnya juga akan mudah terawasi”. Cara lain yang bisa dilakukan, yakni memantau keluarga (anak dan istri) Nazaruddin.

Melalui CDR (Call Detail Record), bisa ketahuan siapa yang sering dihubungi. Jika ada nomor-nomor identik, kemungkinan nomor itu milik Nazaruddin. Cara serupa juga bisa diterapkan pada email.

“Pada prinsipnya, secara telematika, semua pelacakan bisa dilakukan, hanya butuh serious goodwill pihak terakit guna melakukan pelacakan,” tutupnya.

Sumber : inilah.com

26 Maret 2011

Stardust, Pesawat Pemburu Komet yang Tutup Usia

Stardust
Pesawat pemburu komet, Stardust sudah 12 tahun berjasa untuk pengetahuan tentang komet. Pada Kamis lalu Stardust mengakhiri misinya untuk selamanya karena bahan bakarnya sudah habis. Bagaimana perjalanan pesawat tersebut?

Dengan satu klik pada mouse, Sandy Freund Kasper mengirimkan perintah ke pesawat pemburu komet tanpa awak milik NASA, Stardust, untuk membakar seluruh bahan bakarnya. Perintah ini memulai sebuah rangkaian pemberhentian operasi Stardust yang telah berjasa untuk ilmu astronomi selama 12 tahun.

"Rasanya seperti mengucapkan selamat jalan pada seorang teman," kata Allan Cheuvront, program manager Stardust dari perusahaan Lockheed Martin. Dia terlibat dengan Stardust sejak 1996, saat megaproyek itu masih berupa desain.

Cheuvront menambahkan, "Stardust adalah pesawat luar biasa. Dia selalu mengerjakan apa yang kami perintahkan. Hasilnya, selalu sempurna dan memuaskan."

Diluncurkan pada 1999, Stardust telah menyelesaikan misi utamanya pada 2006. Ketika itu, ia mengirimkan sampel kecil dari partikel komet Wild 2 ke Bumi via tabung parasut.

Stardust menjalankan misi terakhirnya pada Kamis lalu. Dengan menembakkan pendorong sampai bahan bakar hidrazinnya habis. Dari jejak pembakaran di bawah 2,5 menit, para ilmuwan mengetahui secara akurat berapa bahan bakar yang masih tersisa. Pada akhirnya, perhitungan tersebut dapat membantu desain dan operasi pesawat generasi berikutnya di masa depan.

"Perhitungan untuk menganalisis data bahan bakar memakan waktu beberapa hari," kata Jim Neuman, mission operations manager yang juga bekerja untuk Lockheed Martin. Dia kerap membuat dan mengoperasikan sejumlah pesawat satelit NASA.

Dari ruangan besar di Lockheed Martin, Denver-AS, Freund Kasper yang bertanggung jawab penuh atas Stardust, siap mengirimkan perintah ke pesawat tanpa awak itu.

Sebelum dia memberikan instruksi, Cheuvront mengumpulkan delapan hingga sembilan insinyur lain di ruang kerja. Mereka diberi label "Power", "Thermal", "Propulsion", dan beberapa peran lain. Masing-masing menunggu giliran untuk melakukan tugasnya.

Dia pun menghampiri Don Brownlee, kepala peneliti pada misi utama Stardust lima tahun silam, untuk mengambil sampel komet Wild 2. "Ini pengalaman sangat indah dan luar biasa," kata Brownlee pada Freund Kasper.

Pada pukul 16:41 waktu setempat, Freund Kasper melesatkan menginstruksi pada Stardust untuk mulai mengeksekusi misi pemberhentian ini. Sekitar 42 menit kemudian - waktu yang ditempuh untuk menyampaikan pesan ke Stardust yang terletak 93 juta mil dari Bumi dan mengirimkan responsnya kembali ke Bumi - para peneliti melihat api yang berkobar-kobar di layar komputer besar.

Saat bahan bakar habis terbakar, Stardust kehilangan kemampuan untuk menjaga antenanya agar tetap menunjuk ke bumi. Akhirnya, ruang kontrol kehilangan kontak raiod pada pukul 15:33 waktu setempat.

Tanpa bahan bakar, fungsi panel surya Stardust tidak akan berrfungsi dengan baik. Sekali baterainya terkuras, pesawat itu akan mati selamanya.