Tampilkan postingan dengan label kopi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kopi. Tampilkan semua postingan

28 September 2011

Benarkah Kopi Baik Untuk Jantung?

Kopi Baik Untuk Jantung
Anda suka minum kopi di pagi hari? Ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa kopi juga memiliki khasiat untuk kesehatan jantung. Seperti apa? Para ilmuwan menemukan mengonsumsi secara teratur kedua minuman tersebut secara signifikan dapat mengurangi risiko kematian akibat serangan jantung hingga seperlimanya.

Dan yang lebih mengejutkan, pada saat bersamaan minuman tersebut tidak menyebabkan peningkatan risiko terhadap penyakit lainnya seperti stroke.

“Hasil penelitian kami menemukan manfaat dari minuman kopi dan teh terjadi tanpa meningkatkan risiko stroke atau kematian yang disebabkan oleh penyakit tersebut,” ucap Dr. Yvonne Van Der Schouw, ahli penyakit kronis dari University Medical Center Utrecht, Netherlands.

Dalam penelitiannya Dr. Yvonne beserta timnya melihat efek mengonsumsi teh dan kopi terhadap 37.514 partisipan. Selama 13 tahun, mereka memperhatikan perkembangan partisipan untuk memonitor penyakit jantung dan risiko kematian yang mungkin menyerang.

Mereka menemukan bahwa teh memiliki dampak yang luar biasa terhadap penyakit jantung, namun mengonsumsi kopi secara teratur juga memiliki manfaat yang sama.

Partisipan yang mengonsumsi 3-6 cangkir teh dalam sehari, 45 persen lebih kecil kemungkinannya mengalami masalah jantung dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsi kurang dari satu cangkir.
Risiko itu bahkan dapat berkurang hingga 36% pada mereka yang mengonsumsi lebih dari enam cangkir teh setiap hari.

Kabar baik ini juga berlaku bagi penikmat kopi. Penelitian menunjukan, mengonsumsi 2–4 cangkir kopi dalam sehari dapat mengurangi risiko maslaah jantung hingga 20%.

Para peneliti yang telah menerbitkan temuannya dalam Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology, Journal of the American Heart Association, menyakini manfaat kesehatan ini diperoleh dari antioksidan yang terkandung dalam kedua jenis minuman, dimana zat tersebut dapat menekan radikal bebas yang merusak tubuh.

Ini adalah penelitian terbaru yang menemukan hubungan manfaat kesehatan dari dua jenis minuman yang menjadi favorit masyarakat dunia ini.

Sebelumnya telah diklaim bahwa teh dan kopi dapat mengurangi risiko beberapa jenis kanker, diabetes, stres dan bahkan jerawat. Namun, dua minuman ini juga dikaitkan dengan peningkatkan risiko penyakit kanker, tekanan darah ringgi dan arthitis.

”Penelitian ini menambah bukti baru bahwa mengonsumsi kopi dan teh tidak berbahaya bagi kebanyakan orang dan bahkan bisa mengurangi peningkatan penyakit jantung dan risiko kematian," ucap Ellen Mason, Senior Cardiac Nurse at the British Heart Foundation.

Meskipun demikian Ellen mengingatkan bahwa menjalani gaya hidup sehat merupakan hal terpenting jika ingin jantung Anda selalu dalam kondisi yang lebih baik. Meminum kopi sambil menghisap rokok tidak akan memberikan manfaat positif tersebut.

Begitu pula jika Anda meminum bercangkir-cangkir teh di depan televisi selama berjam-jam tanpa berolahraga. Ini sama sekali tidak akan dapat melindungi jantung Anda.

Sumber : Inilah.com

27 Maret 2011

Wow, Bisnis Kopi Celup Omzetnya Bisa Puluhan Juta?

Sukses bisnis itu bisa dengan cara apa saja bahkan dengan bisnis yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya. Ada seorang ibu rumah tangga di Malang menciptakan inovasi baru cara menikmati kopi dengan mudah tapi rasanya pas. Hasilnya wow luar biasa. Seperti apa ceritanya?

Bisnis kopi celup ini hasilnya malah di luar dugaan ibu tersebut, ternyata produk yang awalnya hanya untuk konsumsi sendiri ini menghasilkan omzet yang luar biasa.

Bahkan bisnis kopi celup yang baru dipasarkan dari mulut ke mulut ini sudah beromzet hingga puluhan juta per bulan. Kopi celupnya pun sudah merambah pasar Sumatera dan Jawa.

Berawal dari ketertarikannya sebagai penikmat kopi, Emy Listik tertarik untuk menciptakan kreasi baru dalam teknik menyeduh kopi. Layaknya teh celup, Emy menciptakan teknik baru dalam menikmati secangkir kopi. Yakni dengan cara dicelup.

Ternyata usaha kreasinya ini membuahkan hasil, kopi celup karyanya kini ramai diminati pasar hingga ke luar kota. Kota-kota besar seperti Bandung, Surabaya, Jakarta dan Aceh cukup tertarik dengan kopi celup yang diproduksi sendiri di rumah Emy di Jalan Malang, Penarukan, Kepanjen, Malang ini. Dari segi harga juga cukup murah, untuk satu kemasan kopi celup, cuma dihargai Rp14 ribu.

Semua proses produksi mulai dari pengovenan, penggilingan, pengepakan hingga pemasaran semuanya dikerjakan sendiri oleh Emy. Alat produksi pun buatan sendiri, seperti oven kopi misalnya, adalah ide kreatif Emy sendiri.

Dalam sebulan, omzet pemasaran dari kopi celup produksi rumahan ini mencapai Rp40 juta dengan keuntungan sekira Rp4 juta.

Bahkan untuk produksinya, Emy sampai kerepotan dalam memenuhi pesanan pasar, meski pun kini telah dibantu sembilan orang pekerja. Tampaknya, permintaan pasar tetap lebih besar.

Kopi celup dipilih para konsumen karena memudahkan mendapatkan cita rasa kopi yang pas, serta proses produksi yang alami dengan bahan kopi pilihan tanpa bahan pengawet. Dan tentunya kopi celup membuat kesan kopi menjadi lebih mewah.

Anda terinspirasi ide kreatif Ibu Emy? Tidak ada salahnya untuk mencoba kreasi-kreasi lainnya dalam menciptakan sensasi kuliner yang baru. Dan raih sukses yang sama.

Salam sukses.

Sumber : Okezone.com

19 Maret 2011

Minum Kopi Bisa Kurangi Resiko Stroke

Setiap pagi minum kopi rasanya bisa membuat segar. Ya, kopi merupakan minuman favorit banyak orang. Kandungan kafein dalam kopi dipercaya bisa membangkitkan kesegaran dan kebugaran. Tapi di lain pihak masih banyak orang takut minum kopi karena alasan kesehatan. Menurut penelitian minum kopi bisa mengurangi resiko terkena stroke, apakah benar?

Kopi dapat memberikan ekstra 'kekuatan' dan energi yang Anda perlukan. Tidak hanya itu, kopi juga ditengarai bisa mengurangi risiko stroke, khususnya bagi kaum perempuan.

Lebih dari 400 miliar cangkir kopi dikonsumsi setiap tahun, sehingga menjadikannya sebagai minuman paling populer di dunia. Di Amerika saja, 107 juta orang (52% dari jumlah populasi) meminum kopi secara rutin setiap hari. Sebanyak 57 juta orang lainnya meminum kopi beberapa kali seminggu. Jika dahulu kopi rata-rata digemari orang tua, kini peminum kopi terbanyak adalah orang berusia 18-39.

Kafein bekerja dalam tubuh dengan mengambil alih reseptor adenosin dalam sel syaraf yang akan memacu produksi hormon adrenalin.

Di dalam kopi terkandung kafein, yang merupakan senyawa kimia alkaloid yang dikenal sebagai trimetilsantin dengan rumus molekul C8H10N4O2. Jumlah kandungan kafein dalam kopi adalah 1-1,5%, sedangkan pada teh 1-4,8%.

Dalam dunia kedokteran, kafein sering digunakan sebagai perangsang kerja jantung dan meningkatkan produksi urin. Dalam dosis rendah, kafein dapat berfungsi sebagai bahan pembangkit stamina dan penghilang rasa sakit.

Mekanisme kerja kafein dalam tubuh adalah menyaingi fungsi adenosin, salah satu senyawa yang dalam sel otak bisa membuat orang cepat tertidur.

Kafein tidak memperlambat gerak sel-sel tubuh, melainkan kafein akan membalikkan semua kerja adenosin sehingga tubuh tidak lagi mengantuk, tetapi muncul perasaan segar, sedikit gembira, mata terbuka lebar, jantung berdetak lebih kencang, tekanan darah naik, otot-otot berkontraksi dan hati akan melepas gula ke aliran darah yang akan membentuk energi ekstra. Itulah sebabnya berbagai jenis minuman pembangkit stamina umumnya mengandung kafein sebagai bahan utamanya.

Menambah konsumsi kopi, menurut penelitian The National Institute of Environmental Medicine di Swedia, bisa menghindari kita dari risiko terkena stroke. Cukup dua cangkir kopi per hari dan risiko stroke akan berkurang 25%.

Dr Susanna Larsson, peneliti dari National Institute of Environment Medicine di Karolinska Institute di Stockholm, Swedia, mengatakan kopi adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia.

"Oleh karena itu, efek zat kecil dalam kopi dapat memiliki konsekuensi yang besar kesehatan masyarakat," kata Larsson seperti dikutip laman telegraph.

Walaupun terlalu cepat, menurut Larsson, temuan ini sangat membantu para wanita, khususnya bagi pencandu kopi. "Beberapa wanita menghindari mengkonsumsi kopi karena mereka berpikir itu tidak sehat," katanya.

Bahkan, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa konsumsi kopi moderat dapat mengurangi risiko beberapa penyakit seperti diabetes, kanker hati, dan kemungkinan stroke. Ini karena kopi mengurangi peradangan dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Studi lain menunjukkan, wanita yang minum kopi berisiko terkena serangan jantung berkurang 24%. Antioksidan yang terdapat dalam kopi diduga melindungi kita dari penyakit-penyakit itu.

Sebuah studi yang dilaporkan dalam Journal of Nutrition menyebutkan gadis remaja yang sering minum kopi setiap hari risiko terkena kanker payudara berkurang 40%. Kandungan kafein dan polipenhol dalam kopi melindungi tubuh melawan kanker payudara.

Sumber : inilah.com