Anda sering menggunakan hand sanitizer atau pembersih tangan? Jangan terkejut jika hasil tes uji urin anda menunjukkan bahwa ada kandungan alkohol dalam urin anda. Bagaimana bisa?
Hasil penelitian ini dipaparkan dalam Journal of Analytical Toxicology. Orang-orang yang sering menggunakan hand sanitizers, seperti misalnya tenaga paramedis, bisa jadi dinyatakan sebagai positif terkontaminasi alkohol.
“Banyak produk hand sanitizers mengandung alkohol ethyl, yang jenisnya sama dengan alkohol yang terdapat dalam minuman,” ungkap Gary Reisfield, asisten profesor psikiatri Universitas Florida.
Tubuh manusia tidak bisa membedakan yang mana alkohol pembersih dan yang mana alkohol yang dikonsumsi. Alkohol juga terdapat pada sejumlah cairan pembersih mulut, hairspray, dan kosmetik.
"Kita sebaiknya berhati-hati tidak hanya pada produk-produk yang kita konsumsi, tapi juga produk yang mengenai permukaan tubuh,” ujarnya. Tes uji alkohol menunjukkan, kandungan alkohol dapat dilihat dalam darah, sehingga pengguna hand sanitizer beralkohol urinnya bisa jadi mengandung alkohol.
Untuk itu para peneliti memeriksa 11 partisipan yang tidak mengkonsumsi alkohol. Sampel urin mereka diambil setiap malam hari. Ini dilakukan untuk melihat seberapa sering penggunaan hand sanitizer dapat mempengaruhi kadar ethyl glucuronide and ethyl sulfate dalam urin.
Hasilnya, partisipan yang menggunakan hand sanitizer tiap lima menit selama 10 jam pada tiga hari berturut-turut, menunjukkan kandungan alkohol dalam urinnya setara dengan orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol, namun kandungan ethyl sulfate-nya lebih rendah.
Knowing is not enough, We must APPLY. Willing is not enough, We must DO. (Bruce Lee)
Tampilkan postingan dengan label alkohol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alkohol. Tampilkan semua postingan
20 Mei 2011
18 Februari 2011
Coca-Cola Bantah Mengandung Alkohol
Setelah ramai diberitakan di media massa perihal bocornya resep rahasia Coca-Cola yang salah satu unsurnya mengandung alkohol, akhirnya pihak Coca-Cola Indonesia membantah minuman yang diproduksinya mengandung alkohol yang cukup tinggi seperti yang diberitakan.
"Minuman Coca-Cola tanpa alkohol, atau nonalkohol ready to drink atau NRTD," tegas National Corporate Affairs Manager Coca-Cola, Deva Rachman, Jumat (18/2/2011).
Lebih lanjut, Deva mengatakan, pihaknya secara berkala memperbarui sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Deva juga membantah mengenai bocornya daftar kandungan Coca-Cola yang telah beredar di media massa internasional. Menurutnya resep produk Coca-Cola masih tersimpan rapi.
Seperti dilansir melalui Telegraph, Kamis 17 Februari kemarin, situs bernama thisamericanlife.org mengklaim berhasil mengungkap kandungan dan porsi bahan-bahan yang terdapat di dalam minuman ringan tersebut.
Situs tersebut juga memberikan bukti foto. Foto tersebut berupa Atlanta Journal Constitution edisi tanggal 8 Februari 1979. Dalam jurnal tersebut terlihat foto seorang sedang membuka buku yang berisi replika resep milik John Pemberton.
John Pemberton sendiri merupakan penemu racikan bahan-bahan yang kini disebut sebagai minuman bersoda, Coca-Cola. Pemberton sejatinya adalah ahli farmasi yang hidup pada tahun 1886. Sejak ditemukan, resep pembuatan Coca-Cola hingga saat ini masih menjadi misteri.
Buku resep itu dikabarkan berisi langkah-langkah dan pemberian dosis kandungan yang tepat dari semua jenis minyak berbeda yang dibutuhkan untuk bahan rahasia Coca-Cola, yaitu Merchandise 7X.
Meskipun hanya memiliki kandungan satu persen dari total formula minuman itu, Merchandise 7X diperkirakan mampu memberikan rasa yang unik ke dalam minuman populer itu.
Karena sangat rahasia, buku resep rahasia milik Pemberton itu masih dalam penjagaan ketat di sebuah tempat di Atlanta, Georgia, selama 24 jam terus menerus.
Berikut daftar resep rahasia pembuatan Coca-Cola yang terungkap di media massa. Salah satunya kandungan alkohol.
Cairan ekstrak Coca 3x 1/8 drams USP
Citric acid 3 ons
Caffeine 1 ons
Sugar 30 (sebutan kuantitasnya tidak jelas)
Water 2.5 gal
Lime juice 2 pints 1 qrt
Vanilla 1 ons
Caramel 1.5 ons atau lebih sebagai pewarna
7X rasa ( 2 ons perasa untuk 5 galon sirup)
Alcohol 8 ons
Orange oil 20 tetes
Lemon oil 30 tetes
Nutmeg oil 10 tetes
Coriander 5 tetes
Neroli 10 tetes
Cinnamon 10 tetes
Sumber : okezone.com
"Minuman Coca-Cola tanpa alkohol, atau nonalkohol ready to drink atau NRTD," tegas National Corporate Affairs Manager Coca-Cola, Deva Rachman, Jumat (18/2/2011).
Lebih lanjut, Deva mengatakan, pihaknya secara berkala memperbarui sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Deva juga membantah mengenai bocornya daftar kandungan Coca-Cola yang telah beredar di media massa internasional. Menurutnya resep produk Coca-Cola masih tersimpan rapi.
Seperti dilansir melalui Telegraph, Kamis 17 Februari kemarin, situs bernama thisamericanlife.org mengklaim berhasil mengungkap kandungan dan porsi bahan-bahan yang terdapat di dalam minuman ringan tersebut.
Situs tersebut juga memberikan bukti foto. Foto tersebut berupa Atlanta Journal Constitution edisi tanggal 8 Februari 1979. Dalam jurnal tersebut terlihat foto seorang sedang membuka buku yang berisi replika resep milik John Pemberton.
John Pemberton sendiri merupakan penemu racikan bahan-bahan yang kini disebut sebagai minuman bersoda, Coca-Cola. Pemberton sejatinya adalah ahli farmasi yang hidup pada tahun 1886. Sejak ditemukan, resep pembuatan Coca-Cola hingga saat ini masih menjadi misteri.
Buku resep itu dikabarkan berisi langkah-langkah dan pemberian dosis kandungan yang tepat dari semua jenis minyak berbeda yang dibutuhkan untuk bahan rahasia Coca-Cola, yaitu Merchandise 7X.
Meskipun hanya memiliki kandungan satu persen dari total formula minuman itu, Merchandise 7X diperkirakan mampu memberikan rasa yang unik ke dalam minuman populer itu.
Karena sangat rahasia, buku resep rahasia milik Pemberton itu masih dalam penjagaan ketat di sebuah tempat di Atlanta, Georgia, selama 24 jam terus menerus.
Berikut daftar resep rahasia pembuatan Coca-Cola yang terungkap di media massa. Salah satunya kandungan alkohol.
Cairan ekstrak Coca 3x 1/8 drams USP
Citric acid 3 ons
Caffeine 1 ons
Sugar 30 (sebutan kuantitasnya tidak jelas)
Water 2.5 gal
Lime juice 2 pints 1 qrt
Vanilla 1 ons
Caramel 1.5 ons atau lebih sebagai pewarna
7X rasa ( 2 ons perasa untuk 5 galon sirup)
Alcohol 8 ons
Orange oil 20 tetes
Lemon oil 30 tetes
Nutmeg oil 10 tetes
Coriander 5 tetes
Neroli 10 tetes
Cinnamon 10 tetes
Sumber : okezone.com
Label:
alkohol,
Coca-cola,
MUI,
resep rahasia
17 Februari 2011
Coca-cola Mengandung Alkohol?
Baru-baru ini resep rahasia Coca-Cola terungkap ke publik oleh sebuah situs di internet. Hal ini ternyata cukup mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, salah satu kandungan yang terdapat dalam minuman paling populer di dunia itu adalah alkohol. Apakah benar demikian?
Ya, seperti dilansir Telegraph, Kamis (17/2/2011), situs thisamericanlife.org baru-baru ini memaparkan kandungan dan porsi bahan-bahan yang terdapat dalam Coca Cola. Bukan hanya itu, thisamericanlife juga memberikan bukti foto seseorang tengah membuka foto berisi replika resep milik John Pemberton, yang notabene merupakan penemu racikan bahan-bahan tersebut.
Selain bahan-bahan seperti ekstrak Coca, citric acid, kafein, karamel dan sebagainya, resep itu menyertakan alkohol yang dicampur sebanyak 8 ons. Penemuan ini cukup mengejutkan, karena selama ini Coca Cola merupakan konsumsi umum, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain itu, alkohol jelas merupakan zat yang dilarang sebagian agama tertentu.
Coca Cola sendiri memang tidak menuliskan lengkap kandungan minuman tersebut dalam setiap kemasannya. Kebijakan yang cukup wajar memang, guna menghindari pihak kompetitor meniru resep tersebut.
Namun, hal ini tentu menyesatkan konsumen. Pada setiap kemasannya, Coca Cola hanya mencantumkan komposisi sebagai berikut: air berkarbonasi gula, konsentrat Coca Cola termasuk karamel.
Tanpa pencantuman kandungan alkohol dalam kemasannya, Coca Cola berhasil lolos dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) serta mendapat sertifikasi halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia).
Meski demikian, hingga saat ini, belum diketahui apakah Coca Cola yang beredar di Indonesia juga mengandung alkohol.
Sumber : okezone.com
Ya, seperti dilansir Telegraph, Kamis (17/2/2011), situs thisamericanlife.org baru-baru ini memaparkan kandungan dan porsi bahan-bahan yang terdapat dalam Coca Cola. Bukan hanya itu, thisamericanlife juga memberikan bukti foto seseorang tengah membuka foto berisi replika resep milik John Pemberton, yang notabene merupakan penemu racikan bahan-bahan tersebut.
Selain bahan-bahan seperti ekstrak Coca, citric acid, kafein, karamel dan sebagainya, resep itu menyertakan alkohol yang dicampur sebanyak 8 ons. Penemuan ini cukup mengejutkan, karena selama ini Coca Cola merupakan konsumsi umum, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain itu, alkohol jelas merupakan zat yang dilarang sebagian agama tertentu.
Coca Cola sendiri memang tidak menuliskan lengkap kandungan minuman tersebut dalam setiap kemasannya. Kebijakan yang cukup wajar memang, guna menghindari pihak kompetitor meniru resep tersebut.
Namun, hal ini tentu menyesatkan konsumen. Pada setiap kemasannya, Coca Cola hanya mencantumkan komposisi sebagai berikut: air berkarbonasi gula, konsentrat Coca Cola termasuk karamel.
Tanpa pencantuman kandungan alkohol dalam kemasannya, Coca Cola berhasil lolos dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) serta mendapat sertifikasi halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia).
Meski demikian, hingga saat ini, belum diketahui apakah Coca Cola yang beredar di Indonesia juga mengandung alkohol.
Sumber : okezone.com
Label:
alkohol,
BPOM,
Coca-cola,
MUI,
resep rahasia
Langganan:
Postingan (Atom)

