Anda sering menggunakan hand sanitizer atau pembersih tangan? Jangan terkejut jika hasil tes uji urin anda menunjukkan bahwa ada kandungan alkohol dalam urin anda. Bagaimana bisa?
Hasil penelitian ini dipaparkan dalam Journal of Analytical Toxicology. Orang-orang yang sering menggunakan hand sanitizers, seperti misalnya tenaga paramedis, bisa jadi dinyatakan sebagai positif terkontaminasi alkohol.
“Banyak produk hand sanitizers mengandung alkohol ethyl, yang jenisnya sama dengan alkohol yang terdapat dalam minuman,” ungkap Gary Reisfield, asisten profesor psikiatri Universitas Florida.
Tubuh manusia tidak bisa membedakan yang mana alkohol pembersih dan yang mana alkohol yang dikonsumsi. Alkohol juga terdapat pada sejumlah cairan pembersih mulut, hairspray, dan kosmetik.
"Kita sebaiknya berhati-hati tidak hanya pada produk-produk yang kita konsumsi, tapi juga produk yang mengenai permukaan tubuh,” ujarnya. Tes uji alkohol menunjukkan, kandungan alkohol dapat dilihat dalam darah, sehingga pengguna hand sanitizer beralkohol urinnya bisa jadi mengandung alkohol.
Untuk itu para peneliti memeriksa 11 partisipan yang tidak mengkonsumsi alkohol. Sampel urin mereka diambil setiap malam hari. Ini dilakukan untuk melihat seberapa sering penggunaan hand sanitizer dapat mempengaruhi kadar ethyl glucuronide and ethyl sulfate dalam urin.
Hasilnya, partisipan yang menggunakan hand sanitizer tiap lima menit selama 10 jam pada tiga hari berturut-turut, menunjukkan kandungan alkohol dalam urinnya setara dengan orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol, namun kandungan ethyl sulfate-nya lebih rendah.
Knowing is not enough, We must APPLY. Willing is not enough, We must DO. (Bruce Lee)
Tampilkan postingan dengan label Hand Sanitizer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hand Sanitizer. Tampilkan semua postingan
20 Mei 2011
23 Desember 2010
Apakah Perlindungan Gel Pembersih Tangan Bisa Lama?
Saat ini banyak kita jumpai gel pembersih tangan atau istilah kerennya hand sanitizer. Anda pasti sudah pernah menggunakan hand sanitizer bukan? Setelah memakai gel pembersih tangan atau hand sanitizer, mungkin Anda berpikir kulit akan terlindung dari kuman dalam jangka waktu lama. Tapi, apakah betul demikian?
"Gel pembersih tangan hanya bekerja satu atau dua menit dan harus digunakan lagi ketika kontaminasi terjadi," kata Philip Tierno, Direktur Klinis Mikrobiologi dan Imunologi di NYU Langone Medical Center kepada New York Daily News.
Dokter Len Horovitz, ahli penyakit dalam dari Lenox Hill Hospital, menambahkan manfaat pembersih tangan juga akan lenyap ketika Anda memegang barang atau menjabat tangan seseorang. Apalagi, tidak semua kuman bisa diatasi dengan pembersih kulit praktis ini.
“Hal terbaik untuk terlindung dari kuman adalah mencuci tangan dengan sabun dan air,” kata Horovitz, dikutip dari Times Of India. “Selain sabun dan air, cara terbaik untuk menjaga kuman berbahaya adalah tidak menyentuh wajah, kecuali jika Anda sudah mencuci tangan.”
Sebelumnya, sebuah survei menunjukkan, lebih dari separuh warga Amerika Serikat mengira gel antibakteri mampu melindungi kulit dari kuman dalam jangka waktu lama. Bahkan, menurut survei Healthpoint, gel pembersih tangan dapat bekerja sampai enam jam.
Lalu bagaimana menangani kuman di tangan? Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menganjurkan agar Anda memakai pembersih tangan yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol bila memang sabun dan air tidak ada.
Pembersih tangan yang mengandung alkohol yang cukup akan bekerja secara signifikan untuk melindungi kulit dari bakteri.
"Gel pembersih tangan hanya bekerja satu atau dua menit dan harus digunakan lagi ketika kontaminasi terjadi," kata Philip Tierno, Direktur Klinis Mikrobiologi dan Imunologi di NYU Langone Medical Center kepada New York Daily News.
Dokter Len Horovitz, ahli penyakit dalam dari Lenox Hill Hospital, menambahkan manfaat pembersih tangan juga akan lenyap ketika Anda memegang barang atau menjabat tangan seseorang. Apalagi, tidak semua kuman bisa diatasi dengan pembersih kulit praktis ini.
“Hal terbaik untuk terlindung dari kuman adalah mencuci tangan dengan sabun dan air,” kata Horovitz, dikutip dari Times Of India. “Selain sabun dan air, cara terbaik untuk menjaga kuman berbahaya adalah tidak menyentuh wajah, kecuali jika Anda sudah mencuci tangan.”
Sebelumnya, sebuah survei menunjukkan, lebih dari separuh warga Amerika Serikat mengira gel antibakteri mampu melindungi kulit dari kuman dalam jangka waktu lama. Bahkan, menurut survei Healthpoint, gel pembersih tangan dapat bekerja sampai enam jam.
Lalu bagaimana menangani kuman di tangan? Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menganjurkan agar Anda memakai pembersih tangan yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol bila memang sabun dan air tidak ada.
Pembersih tangan yang mengandung alkohol yang cukup akan bekerja secara signifikan untuk melindungi kulit dari bakteri.
Langganan:
Postingan (Atom)

