Tampilkan postingan dengan label Qatar 2022. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Qatar 2022. Tampilkan semua postingan

21 Januari 2011

FIFA Menepis Wacana Piala Dunia 2022 Bulan Januari

Meski banyak kalangan yang mengusulkan Piala Dunia 2022 digelar di bulan Januari, event sepakbola akbar tersebut sepertinya tak akan mengalami pergeseran waktu. FIFA menepis kemungkinan memajukan gelaran tersebut.

Dengan pertimbangan suhu udara yang akan sangat panas di pertengahan tahun, muncul ide untuk memajukan gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar. Event empat tahunan yang sedianya digelar bulan Juni-Juli tersebut diusulkan digeser ke periode Januari-Februari.

Meski bisa mempengaruhi jadwal kompetisi di Eropa dan sebagian besar dunia, ide tersebut dianggap sesuatu yang mungkin saja diwujudkan. Apalagi Sepp Blatter beberapa pekan lalu juga sempat mendukung ide tersebut.

Namun upaya memindahkan waktu penyelenggaraan tersebut sepertinya tidak akan benar-benar terjadi. FIFA melalui pernyataan resminya menyebut kalau perubahan jadwal Piala Dunia hanya bisa diajukan oleh Qatar sebagai tuan rumah dan dapat persetujuan dari komite eksekutif.

"Setiap potensi untuk memindahkan gelaran Piala Dunia 2022 dari musim panas ke musim dingin harus merupakan inisiatif dari Asosiasi Sepakbola Qatar dan harus dipresentasikan di depan Komite Eksekutif FIFA," ungkap pernyataan resmni FIFA di Yahoosports.

"Hingga kini belum ada rencana kongkret untuk mengubah kalender internasional," lanjut pernyataan tersebut.

Sementara itu Ketua Asosiasi Sepakbola Asia yang berasal dari Qatar, Mohammed Bin Hammam, memastikan akan menolak semua usulan untuk mengubah jadwal Piala Dunia.

"Kami sudah mengajukan bidding kalau kami akan siap untuk Juni dan Juli. Dan kami katakan kalau kami menghadapi semua tantangan untuk memenuhi apa yang dibutuhkan," sahut Bin Hammam pekan lalu.

Sumber : Detiksport

06 Desember 2010

Piala Dunia 2022 Dipindah Januari?

Piala Dunia sudah dijadwalkan setiap bulan Juni - Juli tetapi penunjukkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 memunculkan kekhawatiran terkait temperatur tinggi negara tersebut apalagi pada bulan Juni - Juli. Muncul usulan untuk menggelar event tersebut di bulan Januari - Februari.

Qatar akan menjadi negara Asia ketiga yang terpilih untuk menggelar Piala Dunia 2002. Dalam voting yang dilakukan FIFA dua hari lalu, negara Timur Tengah tersebut mengalahkan Amerika Serikat, Australia, Jepang dan Korea Selatan.

Penunjukan Qatar sebagai tuan rumah kemudian menimbulkan pertanyaan terkait temperatur udara di negara tersebut yang sangat tinggi. Apalagi Piala Dunia digelar pada periode Juni-Juli, di mana Qatar justru tengah menjalani musim panas, bisa mencapai 40 derajat celcius lebih.

Dengan teknologi yang dimiliki, pihak Qatar sebelumnya sudah menjanjikan kalau suhu di atas lapangan akan berada pada kisaran 25 derajat celcius. Namun anggota komite eksekutif FIFA, Franz Beckenbauer, mengusulkan untuk menggeser waktu penyelenggaraan.

"Solusi lain harus dipikirkan. Pada Januari atau Februari Anda akan mendapatkan suhu udara 25 derajat celcius yang nyaman di sana. Rencana untuk liga-liga besar harus berubah untuk tahun 2022, tapi itu bukan sesuatu yang besar," sahut Beckenbauer pada Bild seperti dikutip dari AFP.

"Penggunaan teknologi pengatur iklim adalah sebuah alternatif untuk stadion dan fanzone," lanjut pria yang sebagai pemain mengantar Jerman Barat jadi juara dunia 1978 dan sebagai pelatih di tahun 1990.

Qatar belum pernah sekalipun lolos ke putaran final Piala Dunia. Penyelenggaraan di negara tersebut sekaligus menjadi yang pertama dihelat di Timur Tengah dan negara-negara Arab.



Sumber : Detiksport