Tampilkan postingan dengan label situs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label situs. Tampilkan semua postingan

14 Juli 2011

Perubahan Perilaku yang Muncul Karena Facebook

Fenomena perkembangan zaman saat ini adalah dengan maraknya situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Ternyata karena situs Facebook ini dapat merubah perilaku seseorang. Seperti apa?

Sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat, jejaring Facebook, saat ini merupakan situs yang paling banyak diakses telah mengubah banyak aspek perilaku, khususnya terkait dengan cara menjalin hubungan dengan pasangan.

Nah, berikut merupakan beberapa prilaku aneh pecandu jejaring sosial yang ditemukan para peneliti:

Berbohong dalam status

Sedikit para facebookers yang tidak memasang status relationship mereka sejujurnya. Dengan begitu, mereka lebih menyukai ‘opsi terbuka’ pada kemungkinan selingkuh atau meneruskan flirting dengan orang lain.

Tercatat 27% pengguna tidak memasang status hubungan sama sekali, dan setengah dari mereka masih melajang.

Masalah karena posting wall

Sebanyak 29% mengatakan bahwa kiriman pesan di dinding (wall) atau foto dapat menimbulkan masalah dengan pasangan. Sebanyak 42% mengatakan, mereka mendapat keluhan dari pasangannya, dan 11% dari yang disurvei menempatkan pasangan mereka pada profil terbatas, sehingga tak dapat mengakses atau melihat semua aktivitas yang dilakukannya di Facebook

Sarana untuk merayu

Sebanyak 70% pengguna mengaku memanfaatkan Facebook untuk merayu atau menggoda teman. Sebanyak 24% si penggoda ini mengunakan jejaring sosial untuk merayu orang lain ketimbang pasangannya sendiri.

Jadi pecemburu

Sebanyak 59% mengaku sering cemburu karena pasangannya berhubungan dengan orang lain di Facebook.

Hasil penelitian Amy Muise Ph.D dari University of Guelph, mengindikasikan, Facebook berkontribusi memicu kecemburuan, bahkan pada orang yang sebenarnya tidak punya kecenderungan atau sifat cemburuan.

Membobol akun pasangan

Sebanyak 23% responden mengaku pernah membobol atau nge-hack akun pasangannya di Facebook . Sebanyak 18% responden mengaku tahu password pasangannya, sekitar 85% mengaku diberitahu password-nya, 16% menebak password-nya, dan 9% responden sengaja nge-hack akun Facebook pasangan.

Mencari mantan kekasih

Sebanyak 85% pengguna mencari dan menelusuri mantan kekasihnya melalui Facebook. Sekitar 17% dari mereka selalu mengecek halaman mantan kekasihnya, setidaknya sekali dalam seminggu.

Sumber : Inilah.com

23 Juni 2011

Inilah Cara Membuat Password yang Sulitkan Hacker

Ilustrasi Hacker Membobol Situs
Adanya kasus pembobolan dan pencurian data rahasia akhir-akhir ini dari situs yang dijaga ahli IT sekalipun kian menakutkan. Ternyata hacker biasa memanfaatkan password pengguna yang mudah ditebak untuk membobol. Bagaimana cara membuat password yang sulit dibobol hacker?

Sejak awal 2011, banyak terjadi pembobolan dan pembajakan yang membuat peretas mampu menembus data yang dimiliki suatu perusahaan. Sebut saja Sony, peretas berhasil menembus 100 juta akun Sony PlayStation.

Selain itu, terdapat perusahan pemasok jet untuk Pentagon, Lockheed Martin, yang jaringan serta database email pelangganya berhasil ditembus peretas. Perusahaan ini sendiri juga diketahui melakukan pemasaran untuk Best Buy dan Target.

Terbaru, Citigroup kecurian informasi kartu kredit nasabahnya. Namun, pada kasus Citigroup, tiga angka yang merupakan fitur keamanan berkode nama CVV di belakang kartu kredit akan menyulitkan peretas menggunakan pembayaran langsung.

Diketahui, peretas menggunakan ‘spyware’ untuk mendapat data pelanggan yang masuk ke situs web dan kemudian melakukan online banking. Bagaimana cara mencegah agar komputer tak bisa ditembus komputer? Yakni dengan membuat password yang kuat. Berikut cara membuat password yang kuat.

Beberapa orang menggunakan nama pertama hewan peliharaannya sebagai password internet default. Selain itu, ada pula orang yang menggunakan tanggal pernikahan dan angka sederhana ‘1234’.

Menurut ahli, orang-orang semacam ini seperti tak memiliki password sama sekali. Ahli menemukan, untuk melawan peretas modern yang memiliki hardware canggih, password komputer setidaknya minimal terdiri dari 12 karakter yang dipilih secara acak dari semua angka, huruf dan symbol keyboard.

Hingga beberapa tahun lalu, password delapan karakter perpaduan angka dan huruf akan memberi perlindungan relatif kuat. Namun kini menurut peneliti senior Georgia Tech Research Institute Richard Boyd, penggunaan prosesor grafis dan robot patroli situs memberi peretas kekuatan yang dibutuhkan guna memecahkan segala macam password kecuali password paling rumit.

Jika Anda hanya menggunakan password delapan karakter, dan hanya membatasi karakter password pada huruf abjad, jelas bisa dipecahkan dalam hitungan menit, papar Boyd. “Password harus sepanjang yang Anda bisa ingat, setidaknya 10-12 panjang karakter,” ujarnya. Peretas menggunakan dua macam trik untuk memecahkan password. Teknik pertama, yakni mencocokkan password dengan kamus nama, tanggal dan frase keamanan umum lain yang sering digunakan.

Jika Anda menggunakan tanggal ulang tahun atau nama hewan peliharaan sebagai password, metode ini akan mudah dipecahkan oleh peretas, lanjut Boyd. Teknik kedua, yakni serangan ‘kekerasan,’ mencoba tiap kemungkinan kombinasi huruf dan angka hingga berhasil.

Teknik ini seperti mencoba tiap kombinasi yang mungkin pada satu kunci, metode ini butuhkan banyak waktu namun kini waktunya sudah bisa diperpendek berkat komputer yang ada saat ini kian cepat dan canggih.

Dengan memperpanjang password hingga 12 karakter, pengguna bisa membuat sebuah serangan ‘kekerasan’ butuh waktu lama untuk memecahkan password pengguna yang akhirnya membuat komputer canggih peretas menyerah dan beralih ke target yang lebih mudah.

Melalui pengacakan karakter secara keseluruhan, password bisa melindungi dari jenis serangan pertama, lanjut Boyd lagi. “Jangan pakai password ‘d9#$mMN30&*f’. Password itu telah diambil,” tutup Boyd santai.

Sumber : Inilah.com