Tampilkan postingan dengan label pesawat terbang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pesawat terbang. Tampilkan semua postingan

23 Juni 2011

Asal Mula Berita UFO

Suatu hari pada tanggal 24 Juni 1947 seorang pilot amatir Kenneth Arnold menerbangkan sebuah pesawat kecil dekat Mt Rainier Washington dan melihat obyek berbentuk sangat aneh. Apa yang dilihatnya?

Benda itu berada tepat di sisi kiri Arnold, 20-30 km utara pesawatnya pada ketinggian sama. Benda itu berupa rangkaian sembilan obyek yang berkilat seiring terbang menuju matahari. Membandingkan ukuran pesawatnya, Arnold memperkirakan ukuran obyek itu selebar 13-15 m.

Mengingat benda ini mampu terbang sejauh 80 km dalam 1 menit 42 detik, Arnold memperkirakan benda ini mampu melaju pada kecepatan 2.736 km/jam atau tiga kali lebih cepat dari pesawat buatan manusia zaman itu.

Namun, seolah dikendalikan, obyek terbang itu tampak menukik dan meliuk di sekitar rintangan di medan itu. Saat benda ini menghilang di kejauhan, Arnold terbang ke Yakima, Washington, kemudian mendarat dan langsung menceritakannya pada staf bandara.

Keesokan harinya, Arnold diwawancarai wartawan, dan cerita mengenai hal ini menyebar bak kebakaran di seluruh bangsa. “Saat itu, masih ada anggapan, Mars atau Venus bisa menjadi planet hunian baru,” kata penulis buku UFO Robert Bulpen.

Orang mengira, UFO ini merupakan orang Mars yang datang mengawasi manusia yang kini memiliki senjata nuklir, lanjutnya. Seiring waktu, kejadian inilah yang menjadi teori pertama dari banyak kunjungan yang bersifat luar angkasa. Era penampakan UFO pun dimulai.

Penampakan Arnold menjadi ‘semacam sensasi yang menjadi berita utama di seluruh dunia,’ tulis ahli UFO Martin Kottmeyer. “Segera setelahnya, semua orang mencari pesawat baru berbentuk seperti piring,” lanjutnya.

Dalam beberapa pekan, muncul ratusan laporan benda terbang ini di seluruh dunia. Sementara orang mengira melihat hal sama dengan Arnold, terdapat ironi besar saat itu. Yakni, “Kenneth Arnold belum melaporkan melihat piring terbang”.

Bahkan, Arnold mengatakan kepada pers, benda itu terbang tak menentu, “Seperti piring jika melintasi air”. Benda ini tipis dan datar saat dilihat dari ujung, katanya. Namun, berbentuk bulan sabit jika dilihat dari atas. Meski begitu, reporter Bill Bequette dari United Press menafsirkan, benda ini berbentuk cakram bulat.

Menurut ahli UFO dan wakil editor Inquirer Skeptical Benjamin Radford, “Pernyataan itu menjadi salah kutipan paling besar dalam sejarah yang dilakukan wartawan”. Ungkapan ‘piring terbang' memberi bentuk pada mitos UFO sejak awal, tulis Kottmeyer.

Dalam kacamata seni, hoax, film sains fiksi, acara tv dan sebagian besar laporan penculikan alien, UFO digambarkan sebagai piring terbang hingga saat ini. “Kesalahan Bequette sendiri tak mampu menjadi sanggahan utama teori luar angkasa bagi semua orang. Namun, kesalahan ini malah meninggalkan satu paradoks hebat, Mengapa makhluk luar angkasa merancang ulang pesawat mereka demi menyesuaikan diri dengan kesalahan Bequette itu?” tulis Kottmeyer.

Meski tak melihat piring terbang, sebagian besar rekan Arnold yakin pilot ini benar-benar melihat sesuatu hari itu. Jadi, apa yang sebenarnya Arnold lihat? Satu teori menyatakan, Arnold melihat bola api, meteor yang jatuh dari atmosfer. Selanjutnya, potongan-potongan meteor akan berwujud seperti rantai dan bersinar sangat terang serta bisa bergerak ribuan kilometer per jam.

Namun, banyak sejarawan mengira benda itu bukanlah bendar luar angkasa, “Benda itu mungkin hanya pelikan yang terbang dalam formasi,” kata Sheaffer. Mungkin Arnold salah menilai jarak dan mengira benda-benda itu besar dan berada di jarak yang jauh namun sebenarnya dekat, lanjutnya.

Sumber : Inilah.com

15 Juni 2011

Inilah Pesawat Canggih Presiden RI

Boeing 737-800 BBJ-2
Pemerintah Indonesia akhirnya jadi membeli pesawat kepresidenan baru. Meskipun sebelumnya menuai kontroversi, tapi pesawat kepresidenan Boeing Business Jet bertipe Boeing 737-800 BBJ-2 akhirnya positif dibeli. Apa saja fasilitas canggih yang ada di dalam pesawat tersebut?

Pemerintah sudah sepakat membeli pesawat kepresidenan. Pesawat ini akan bermanfaat mendukung perjalanan presiden RI di masa datang. Pesawat canggih itu adalah Boeing Business Jet bertipe 737-800 BBJ-2.

Pesawat canggih asal AS ini memiliki berbagai keunggulan, antara lain berspesifikasi khusus kepresidenan, dapat mendarat di bandara kecil, kapasitasnya 70 orang, dan dapat terbang tanpa henti selama 10 jam.

Boeing Business Jet adalah pesawat hasil kerja sama antara Boeing dan General Electric pada Juli 1996. Kedua perusahaan ini bersama-sama mengembangkan dan memasarkan pesawat tipe 737 yang sengaja dibuat untuk kalangan profesional, korporat, dan kepresidenan.

Tipe 737 versi awal adalah 737-700 BBJ. Pesawat ini pertama kali mulai dirakit Boeing pada 11 Agustus 1998, dan diterbangkan pertama kali pada 4 September tahun yang sama.

Kemudian Boeing mengembangkan versi 737-800. Pesawat versi baru ini secara teknis memiliki komponen sayap yang lebih kuat, dengan gigi pendaratan yang lebih besar dan lebih berat. Pesawat generasi baru ini memiliki 3 hingga 10 tangki bahan bakar tambahan.

Di bagian interiornya terdapat kokpit untuk dua awak pesawat. Di sana ada enam layar monitor LCDEFIS untuk memonitor jalannya penerbangan, dan dilengkapidengan dual GPSbuild in, TCAS, GPWS, dan sistem panduan penerbangan Flight Dynamics.

Sedangkan di bagian penumpang terdapat rest area untuk kru, lounge, serta private suite yang menyediakan tempat tidur besar. Di bagian ini juga ada fasilitas kamar mandi privat yang dilengkapi shower.

Di kabin belakang, 24 kursi penumpangnya bisa diubah jadi tempat tidur. Di sini juga ada kamar mandi. Tidak hanya itu, di dalam pesawat ini juga ada ruang khusus untuk konferensi, serta gymnasium yang dapat digunakan jika presiden kita ingin berolahraga.

Instalasi tangki bahan bakarnya dikerjakan oleh perusahaan DeCrane di Georgetown, Delaware. Dari sana, barulah interior dan pengecaran eksteriornya dilakukan.

Dibandingkan dengan versi sebelumnya, versi 800 ini punya ukuran 5,84 meter lebih panjang, yakni mencapai 39.47 m, sedangkan tingginya 12.55 m. Dibandingkan dengan versi 700, pesawat ini punya ruang kabin 25% lebih lebar dan kapasitas bagasinya 100% lebih luas.

Dalam keadaan kosong, pesawat ini berbobot 45.730 kg, dan pada saat terbang bobot maksimalnya 79.015 kg.

Boeing 737-800 ini mulai terbang perdana pada 11 Oktober 1999, memperoleh sertifikasi pada September 2000, dan pertama kali dipesan pada 28 Februari 2001.

Pemerintah menganggap membeli pesawat adalah cara tepat untuk menghemat dana APBN. Sebelumnya, pemerintah menghabiskan dana Rp 175 milyar per tahun untuk menyewa satu unit pesawat Garuda Indonesia.

Namun Boeing 737-800 ini kabarnya awet untuk dapat digunakan selama 25 tahun, sehingga dengan adanya pesawat ini, pemerintah diharapkan dapat menghemat dana APBN.

Presiden RI akan bisa mulai menikmati pesawat tersebut pada 2013. Perjanjian jual belinya sudah ditandatangani pada 27 Desember 2010 dengan harga yang lebih murah dari seharusnya.

Aslinya pesawat tersebut seharga US$62 juta. Namun pemerintah melakukan negosiasi sehingga pesawat itu terbeli dengan harga turun sebesar US$4 juta atau sekitar Rp 36 miliar. Harga pastinya adalah US$58 juta atau sekitar Rp 522 miliar. Pemerintah akan membayarnya secara mencicil.